TIPE DATA, VARIABLE, DAN OPERASI I/O

Pendahuluan

Data berdasarkan jenisnya dapat dibagi menjadi lima kelompok, yang dinamakan sebagai tipe data dasar. Kelima tipe data dasar adalah:

  • Bilangan bulat (integer)
  • Bilangan real presisi-tunggal
  • Bilangan real presisi-ganda
  • Karakter
  • Tak-bertipe (void), keterangan lebih lanjut tentang void dijelaskan dalam artikel selanjutnya

Kata-kunci yang berkaitan dengan tipe data dasar secara berurutan di antaranya adalah int (short int, long int, signed int dan unsigned int), float, double, dan char. Tabel dibawah ini memberikan informasi mengenai ukuran memori yang diperlukan dan kawasan dari masing-masing tipe data dasar.

Tabel

Tabel  Ukuran memori untuk tipe data

Variabel

Aturan penulisan pengenal untuk sebuah variabel, konstanta atau fungsi yang didefinisikan oleh pemrogram adalah sebagai berikut :

  • Pengenal harus diawali dengan huruf (A..Z, a..z) atau karakter garis bawah ( _ ).
  • Selanjutnya dapat berupa huruf, digit (0..9) atau karakter garis bawah atau tanda dollar ($).
  • Panjang pengenal boleh lebih dari 31 karakter, tetapi hanya 31 karakter pertama yang akan dianggap berarti.
  • Pengenal tidak boleh menggunakan nama yang tergolong sebagai kata-kata cadangan (reserved words) seperti int, if, while dan sebagainya.

Konstanta

Konstanta menyatakan nilai yang tetap. Penulisan konstanta mempunyai aturan tersendiri, sesuai dengan tipe masing-masing.

  • Konstanta karakter misalnya ditulis dengan diawali dan diakhiri dengan tanda petik tunggal, contohnya : ‘A’ dan ‘@’.
  • Konstanta integer ditulis dengan tanda mengandung pemisah ribuan dan tak mengandung bagian pecahan, contohnya : –1 dan 32767.
  • Konstanta real (float dan double) bisa mengandung pecahan (dengan tanda berupa titik) dan nilainya bisa ditulis dalam bentuk eksponensial (menggunakan tanda e), contohnya : 27.5f (untuk tipe float) atau 27.5 (untuk tipe double) dan 2.1e+5 (maksudnya 2,1 x 105 ).
  • Konstanta string merupakan deretan karakter yang diawali dan diakhiri dengan tanda petik- ganda (“), contohnya :“Pemrograman Dasar C”.

 

Operator Aritmatika

Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah :

* perkalian

/ pembagian

% sisa pembagian

+ penjumlahan

– penguranga

Untuk keperluan menampilkan data/informasi, C menyediakan sejumlah fungsi. Beberapa di antaranya adalah berupa printf() dan putchar() puts().

Fungsi putchar()

Fungsi putchar() digunakan khusus untuk menampilkan sebuah karakter di layar. Penampilan karakter tidak diakhiri dengan perpindahan baris.

Contoh :

putchar(‘A’);

menghasilkan keluaran yang sama dengan

printf(“%c”,’A’);

Fungsi printf()

Bentuk umum pernyataan printf() :

printf(“string kontrol”,argumen1, argumen2,…);

String kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar beserta penentu format (seperti %d, %f,%c). Penentu format dipakai untuk memberi tahu compiler mengenai jenis data yang akan ditampilkan. Argumen sesudah string kontrol (argumen1, argumen2,…)adalah data yang akan ditampilkan ke layar. Argumen ini dapat berupa variabel, konstanta dan bahkan ungkapan. Misal : printf(“%d”,20); //argumen berupa konstanta

printf(“%d”,a); //argumen berupa variabel

printf(“%d”,a+20); //argumen berupa ungkapan

Tabel Penentu format pada printf()

Format Keterangan
%u untuk menampilkan data bilangan tak bertanda (unsigned) dalam bentuk desimal.
%d untuk menampilkan bilangan integer bertanda (signed) dalam bentuk decimal
%i Untuk menampilkan bilangan integer
%o untuk menampilkan bilangan bulat tak bertanda dalam bentuk oktal.
%x untuk menampilkan bilangan bulat tak bertanda dalam bentuk heksadesimal
%X (%x _ notasi yang dipakai : a, b, c, d, e dan f sedangkan %X _ notasi yang dipakai : A, B, C, D, E dan F )
%f untuk menampilkan bilangan real dalam notasi : dddd.dddddd
%e untuk menampilkan bilangan real dalam notasi eksponensial
%E untuk menampilkan bilangan real dalam notasi eksponensial
%g untuk menampilkan bilangan real dalam bentuk notasi seperti %f,%E atau %F
%G bergantung pada kepresisian data (digit 0 yang tak berarti tak akan ditampilkan)
l merupakan awalan yang digunakan untuk %d,%u,%x,%X,%o untuk menyatakanlong int (misal %ld). Jika diterapkan bersama %e,%E,%f,%F,%g atau %G akan menyatakan double
L Merupakan awalan yang digunakan untuk %f,%e,%E,%g dan %G untuk menyatakan long double
h Merupakan awalan yang digunakan untuk %d,%i,%o,%u,%x, atau %X, untuk menyatakan short int.

Fungsi getchar()

Fungsi getchar() digunakan khusus untuk menerima masukan berupa sebuah karakter dari keyboard. Contoh :

c = getchar();

maka variabel c akan berisi karakter yang diketikkan oleh user atau EOF (end of file) jika ditemui akhir dari file. Selain fungsi scanf() dan getchar() adalagi fungsi lain untuk menginputkan untuk sebaris karakter yaitu fungsi puts().

Fungsi scanf()

Fungsi ini digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data. Misalnya untuk

memasukkan data jari-jari lingkaran pada program menghitung luas lingkaran.

scanf(“%f”,&radius);

Bentuk scanf() sesungguhnya menyerupai fungsi printf(). Fungsi ini melibatkan

penentu format yang pada dasarnya sama digunakan pada printf(). Secara umum bentuk scanf() adalah sebagai berikut :

scanf(“string kontrol”, daftar_argumen);

Dengan string kontrol dapat berupa :

  • Penentu format
  • Karakter spasi-putih (white-space)
  • Karakter bukan spasi-putih

scanf(“%f”, &radius);

berarti (bagi komputer) : “bacalah sebuah bilangan real (%f) dan tempatkan ke alamat dari radius (&radius)”.

Untuk menentukan panjang medan yang disediakan bagi tampilan data, maka

sesudah tanda % dalam penentu format dapat disisipi dengan bilangan bulat yang

menyatakan panjang medan.

  • Untuk data yang berupa bilangan bulat, misal pada :

printf(“Abad %4d”, 20);

%4d menyatakan medan untuk menampilkan bilangan 20 adalah sepanjang 4

karakter. printf(“Abad %4d”, 20);

M.N

Untuk data yang berupa bilangan real, spesifikasi medannya berupa

m = panjang medan

n = jumlah digit pecahan

Contoh pada pernyataan :

printf(“Harga : Rp %8.2f\n”, 500.0);

%8.2f menyatakan panjang medan dari bilangan real yang akan ditampilkan adalah 8 karakter dengan jumlah digit pecahan 2 buah.

printf(“Harga : Rp %8.2f\n”, 500.0);

Kalau hanya jumlah digit pecahan yang perlu ditentukan, panjang medan tak perlu

disertakan, misal :

printf(“%.2f\n”, 600.0);

printf(“%.2f\n”, 7500.25);

hasilnya :

600.00

7500.25

Untuk data yang berupa string, contoh :

printf(“%12s”, “Bahasa C”);

Tampak dalam berbagai jenis data di atas, penentu format yang mengandung panjang medan, secara default akan menampilkan data dalam bentuk rata kanan terhadap panjang medan yang diberikan. Untuk data string yang biasanya dikehendaki untuk ditampilkan dalam bentuk rata kiri, maka sesudah tanda % pada penentu format %s perlu disisipkan tanda – (minus), contoh :

printf(“%-12s”, “Bahasa C”);

menyatakan bahwa string akan ditampilkan dalam medan dengan panjang 12 karakter dan diatur rata kiri.

Download Artikel dan materi selengkapnya —> Percobaan 3 Tipe Data Bag 1

Download Artikel dan materi selengkapnya —> Percobaan 4 Tipe Data Bag 2

, , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: