Osiloskop

Osiloskop adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan sinyal listrik. Pada kebanyakan aplikasi, grafik yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana sinyal berubah terhadap waktu. Seperti yang bisa anda lihat pada gambar di bawah ini ditunjukkan bahwa pada sumbu vertikal(Y) merepresentasikan tegangan V, pada sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t. Layar osiloskop dibagi atas 8 kotak skala besar dalam arah vertikal dan 10 kotak dalam arah horizontal. Tiap kotak dibuat skala yang lebih kecil. Sejumlah tombol pada osiloskop digunakan untuk mengubah nilai skala-skala tersebut.

Osiloskop ‘Dual Trace’ dapat memperagakan dua buah sinyal sekaligus pada saat yang sama. Cara ini biasanya digunakan untuk melihat bentuk sinyal pada dua tempat yang berbeda dalam suatu rangkaian elektronik. Kadang-kadang sinyal osiloskop juga dinyatakan dengan 3 dimensi. Sumbu vertikal(Y) merepresentasikan tegangan V dan sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t. Tambahan sumbu Z merepresentasikan intensitas tampilan osiloskop. Tetapi bagian ini biasanya diabaikan karena tidak dibutuhkan dalam pengukuran.

Wujud/bangun dari osiloskop mirip-mirip sebuah pesawat televisi dengan beberapa tombol pengatur. kecuali terdapat garis-garis(grid) pada layarnya.

Apa Saja yang dapat diukur dengan Osiloskop?
Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

Tinggalkan komentar

Perulangan For

Mengulang suatu proses merupakan tindakan yang banyak dijumpai dalam pemrograman. Pada semua bahasa pemrograman, pengulangan proses ditangani dengan suatu mekanisme yang disebut loop. Dengan menggunakan loop, suatu proses yang berulang misalnya menampilkan tulisan yang sama seratus kali pada layar dapat diimpelementasikan dengan kode program yang pendek. Pada pemrograman proses perulangan dapat dibagi menjadi 2 bagian utama yaitu:
1. Perulangan yang sudah di ketahui jumlah perulangannya sebelum perulangan tersebut di lakukan.
2. Perulangan yang belum di ketahui jumlah perulangannya sebelum perulangan tersebut di lakukan. Dalam hal ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a) kondisi perulangan diperiksa diawal perulangan.
b) kondisi perulangan diperiksa diakhir perulangan.
Bentuk pernyataan for :
for (ungkapan1; ungkapan2; ungkapan3)
pernyataan;
Keterangan:
Ungkapan1 : digunakan untuk memberikan inisialisasi terhadap variabel pengendali loop.
Ungkapan2 : dipakai sebagai kondisi untuk keluar dari loop.
Ungkapan3 : dipakai sebagai pengatur kenaikan nilai variabel pengendali loop.
Ketiga ungkapan dalam for tersebut harus dipisahkan dengan tanda titik koma (;). Dalam hal ini pernyatan bisa berupa pernyataan tunggal maupun jamak. Jika pernyataannya berbentuk jamak, maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakkan di antara kurung kurawal buka ({) dan kurung kurawal tutup (}), sehingga formatnya menjadi :
for (ungkapan1; ungkapan2; ungkapan3)
{
pernyataan;
pernyataan;
.
.
.
}
Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

Tinggalkan komentar

Perulangan while

Pada pernyataan while, pemeriksaan terhadap loop dilakukan di bagian awal (sebelum tubuh loop). Pernyataan while akan diulangi terus selama kondisi bernilai benar, atau diulangi selama kondisinya benar, jika kondisinya salah maka perulangan (loop) dianggap selesai. Lebih jelasnya, bentuk pernyataan while adalah sebagai berikut :
while (kondisi)
pernyataan;
dengan pernyataan dapat berupa pernyataan tunggal, pernyataan majemuk ataupun pernyataan kosong. Dengan melihat gambar 5.2, tampak bahwa ada kemungkinan pernyataan yang merupakan tubuh loop tidak dijalankan sama sekali, yaitu kalau hasil pengujian kondisi while yang pertama kali ternyata bernilai salah. Proses pengulangan terhadap pernyataan dijelaskan pada gambar berikut :

Gambar diagram kerja while

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan komentar

Function Generator

Function Generator merupakan suatu alat yang menghasilkan sinyal/gelombang sinus (ada juga gelombang segi empat, gelombang segi tiga) dimana frekuensi serta amplitudenya dapat diubah‐ubah. Pada umumnya dalam melakukan praktikum Rangkaian Elektronika (Rangkaian Listrik), generator sinyal ini dipakai bersama‐sama dengan osiloskop.

Function Generator

Gambar Function Generator

Beberapa tombol/saklar pengatur yang biasanya terdapat pada generator ini adalah:

  1. Saklar daya (power switch): Untuk menyalakan generator sinyal, sambungkan generator sinyal ke tegangan jala‐jala, lalu tekan saklar daya ini.Pengatur Frekuensi: Tekan dan putar untuk mengatur frekuensi keluaran dalam range frekuensi yang telah dipilih.Indikator frekuensi: Menunjukkan nilai frekuensi sekarang.
  2. Terminal output TTL/CMOS: terminal yang menghasilkan keluaran yang kompatibel dengan TTL/CMOS
  3. Duty function: Tarik dan putar tombol ini untuk mengatur duty cycle gelombang.
  4. Selektor TTL/CMOS: Ketika tombol ini ditekan, terminal output TTL/CMOS akan mengeluarkan gelombang yang kompatibel dengan TTL. Sedangkan jika tombol ini ditarik, maka besarnya tegangan kompatibel output (yang akan keluar dari terminal output TTL/CMOS) dapat diatur antara 5‐15Vpp, sesuai besarnya tegangan yang kompatibel dengan CMOS.
  5. DC Offset: Untuk memberikan offset (tegangan DC) pada sinyal +/‐ 10V. Tarik dan putar searah jarum jam untuk mendapatkan level tegangan DC positif, atau putar ke arah yang berlawanan untuk mendapatkan level tegangan DC negatif. Jika tombol ini tidak ditarik, keluaran dari generator sinyal adalah murni tegangan AC. Misalnya jika tanpa offset, sinyal yang dikeluarkan adalah sinyal dengan amplitude berkisar +2,5V dan ‐2,5V. Sedangkan jika tombol offset ini ditarik, tegangan yang dikeluarkan dapat diatur (dengan cara memutar tombol tersebut) sehingga sesuai tegangan yang diinginkan (misal berkisar +5V dan 0V).
  6. Baca entri selengkapnya »

, , , ,

2 Komentar

Program Komunikasi dengan Ethernet(TCP/IP) dengan Delphi 7

Didalam Delphi 7 terdapat fasilitas atau component yang dapat digunakan untuk komunikasi jaringan Ethernet (TCP/IP). Dengan menggunakan komponen ServerSocket dan ClinetSocket yang tersedia pada palette internet pada Delphi 7, jika pada saat menggunakan Delphi 7 tidak terdapat komponen Socket maka anda harus memasukannya dengan cara di bawah ini ;

1.Buka program Delphi
2.Pilih File | Close All
3.Masuk Menu Component | Install Packege….. setelah itu akan tampil form seperti berikut :

Gambar Tampilan Menu Install Packege

4.Pilih Add lalu arahkan pada C:\Program Files\Delphi7SE\Bin\dclsockets70.bpl lalu tekan OK
5.Untuk melihat hasil instalasi, anda dapat melihat komponen ClientSocket dan Server Socket akan muncul pada Palette Internet.

Dengan memanfaatkan komponen ini dapat mengkomunikasikan antar komputer menggunakan TCP/IP melalui sebuah jaringan komputer. Jika komputer anda sudah memiliki jaringan local maka anda dapat melakukan antar komputer, akan tetapi jika anda tidak ada maka anda dapat memakai sebuah komputer yang nantinya bertindak sebagai server sekaligus client. Jika menggunakan satu buah komputer pakailah 127.0.0.1(localhost) yang merupakan alamat tetap dari komputer.

 

 Aplikasi Server

1.Buatlah Form seperti dibawah ini

Gambar Rancangan Server

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

7 Komentar

%d blogger menyukai ini: